KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
256. Leo XIII (1878-1903)
Leo dilahirkan pada tahun 1810 di Capineto, Anagnia dengan nama Gioacchino Vicenzo Raffaele Luigi. Setelah belajar pada Accademia dei Nobili di Roma, ia menjadi nuntius di Bruseel, Uskup Perugia dan kemudian menjadi Kardinal. Dia dipilih menjadi paus pada 3 Maret 1878. Paus yang merupakan sala satu negarawan besar Greja ini menegakkan kembali prestise Takhta Suci di semua Negara dan menyaksikan berakhirnya Kultur Kamp Suci di Jerman. Dia terkenal sebagai paus yang penuh kesabaran di bidang politik Gerejawi dan berpandangan realistis terhadap masalah-masalah di zamannya, khususnya masalah social akibat industrialisasi pesat.
Ensiklik-ensikliknya menjadi pedoman dan pendorong pembaruan di berbagai bidang, antara lain Kerasulan (Sancta Dei, 1880), Gereja-gereja Timur (tiga ensiklik), Kitab Suci (Providentissimus), Ilmu Filsafat dan Teologi dalam pendidikan calon imam dan yang terpenting ensiklik tentang masalah perburuhan dan social. Ensiklik ini menjadi titik tolak perkembangan Ajaran Sosial Gereja.
Leo mendirikan Panitia Kitab Suci (1903) untuk memajukan ilmu Kitab Suci, tetapi menghalangi peranannya; ia membuka arsip Vatikan (1884) bagi kaum sejarawan dan dengan kebijaksanaan diplomatis mengurangi sejauh mungkin ketegangan dengan pemerintah-pemerintah akibat politik yang kaku dan konservatif pendahulunya, Pius IX. Berkat prestasinya, Gereja berkembang luas di Amerika. Oleh Leo ditetapkan bahwa seluruh bulan Oktober menjadi bulan Rosario. Leo wafat pada 20 Juli 1903.
|